Berita
  • Register

Peran Keluarga sebagai Recovering Partner dalam Pemulihan

Ruangan Auditorium Balai Besar Rehabilitasi BNN siang ini, Sabtu (23/1) tampak ramai oleh keluarga residen yang akan mengikuti acara Family Support Group (FSG). Kegiatan FSG memang rutin diselenggarakan oleh Balai Besar Rehabilitasi BNN sekali dalam tiap bulannya. Family Support Group adalah suatu bentuk kelompok dukungan keluarga residen melalui kegiatan pertemuan sesama orang tua residen untuk berbagi perasaan, pengalaman, dan harapan orang tua. Dalam kegiatan Family Support Group (FSG) kali ini bertemakan Peran Keluarga sebagai Recovering Partner dalam Pemulihan.

Kegiatan yang dihadiri keluarga dari masing-masing rumah yang ada di Balai Besar Rehabilitasi BNN (House of Care, House of Change, House of Faith, House of Hope, dan House of Female) inidibuka dengan penampilan grup musik kulintang. Grup musik yang beranggotakan residen dan staf ini mendapatkan sambutan luar biasa dari para keluarga residen yang hadir siang itu. Dilanjutkan dengan sambutan dari Balai Besar Rehabilitasi BNN yang kali ini disampaikan oleh Ibu Ni Ketut Suartini selaku Kabid Rehabilitasi SosialSeminar  bertema Peran Keluarga sebagai Recovering Partner dalam pemulihan yang dibawakan oleh Dr. Esther M. L. Sinsuw, SpKj , psikater yang menangani rehabilitasi para pecandu narkoba.

Dalam paparannya, beliau menjelaskan The Cycle of Change, fase dimana residen awal masuk rehabilitasi dinamakan dengan Pre-Contemplation Stage lalu masuk ke Contemplation Stage dimana residen menyadari adanya masalah serta berpikir bagaimana menyelesaikannya. Fase selanjutnya yaitu Preparation Stage dimana residen mulai berpikir lebih ke masa depan dibanding masa lalu, serta kebanyakan mereka yang berada di fase ini mulai merencanakan untuk melakukan AKSI serta membuat penyesuaian sebelum memulai perubahan perilakunya. Masuk ke fase berikutnya, Action Stage dimana mereka mulai menampakkan perubahan perilaku. Langkah selanjutnya yakni Maintenance Stage, dimana perubahan yang dilakukan si residen tidak berakhir hanya pada AKSI dan jika tanpa komitmen yang kuat untuk bertahan, dapat segera akan mengalami Relapse (kekambuhan) dan kembali ke fase 1 atau 2. Kebanyakan yang berhasil bertahan, mereka melalui fase-fase ini beberapa kali sebelum benar-benar menjalankan keseluruhan fase minimal dengan sekali mengalami slip.

dr. Esther juga memberikan kiat dalam keluarga atau pasangan seorang addict ada beberapa hal yang harus kita ingat, “kita harus selalu berkomunikasi juga dengan teman dan kenalan mereka, membuat koneksi dengan keluarga lain (FSG), meningkatkan kegiatan yang menyehatkan, membuat aturan yang jelas dalam keluarga mengenai narkoba maupun hal lainnya, mendapatkan sebanyak mungkin pengetahuan mengenai narkoba.” dr. Esther menjelaskan sebelum menutup seminar.

Usai seminar, kegiatan FSG dilanjutkan dengan visit keluarga yang diadakan di Gedung Olah Raga (GOR). Para residen pun dapat berkumpul dan melepas kerinduan bersama keluarga. Dukungan keluarga sangat berperan bagi residen dalam menjalani program rehabilitasi. Kegiatan Family Support Group diharapkan dapat memberikan edukasi dan informasi kepada orang tua residen tentang dunia adiksi dan proses pemulihan setiap residen.  Selain itu juga menjadi forum bagi orang tua residen untuk sharing pengalaman, saling menguatkan dan memotivasi melalui sharing dan diskusi. Setiap keluarga bisa menjadi partner bagi keluarga lain agar kuat dan tabah serta setia mendampingi korban penyalahguna narkoba menjalani program pemulihan. 

 

 

 

Kedudukan, Tugas Pokok, dan Fungsi

Tanggal 31 Oktober 1974 diresmikan oleh Ibu Tien Suharto, realisasi Bakolak Inpres No: 6 Tahun 1971 sebagai Pilot Project DKI Jakarta, dengan nama Wisma Pamardi Siwi yang berfungsi sebagai tahanan wanita & anak-anak nakal sebelum diperkarakan / diajukan ke pengadilan.